Menu


PENGELANA PALING BODOH DI SELURUH DUNIA

Si pengelana yang bodoh sedang melakukan perjalanan. Kalau ditanya seberapa bodohnya dia… hmm, dia itu gampang sekali ditipu, bahkan dengan mudah, semua orang di kota sudah pernah menipunya tanpa dia sadari.

A: Uang untuk berobat…

Selama itu, uang yang dibawanya juga pakaian serta sepatu yang dikenakannya, semuanya habis satu persatu karena tipuan orang-orang itu.

B: Cangkul untuk menggarap ladangku…

C: Biaya obat untuk adikku yang sakit…

Tapi, pengelana itu sedemikian bodohnya sehingga dia selalu mempercayai ucapan penduduk kota, yang mengatakan bahwa pemberiannya sangat berarti bagi mereka.

Setiap mendengar kisah mereka yang palsu, sambil memberikan miliknya satu persatu, airmatanya berlinangan, “semoga kalian bahagia”, begitulah do’anya untuk mereka.

Lalu akhirnya dia tidak memiliki bahkan selembar pun pakaian, si pengelana merasa malu dengan keadaannya saat itu. Karena itu
ia pun memutuskan untuk meneruskan perjalannya di dalam hutan yang tidak berpenghuni.

Kali ini, dia bertemu dengan para siluman penghuni hutan. Para siluman itu ingin memakan tubuh si pengelana, dan mereka menipunya dengan permainan kata. Tentu saja si pengelana terpedaya dan ia pun menyerahkan satu demi satu kaki , kemudian lengannya dan seterusnya.

Akhirnya yang tertinggal pada si pengelana hanyalah bagian kepalanya. Siluman yang terakhir datang mendekatinya. Sambil memakan bola mata si pengelana dengan lahap, dia berkata, “aku akan memberimu hadiah sebagai tanda terimakasihku”.

Namun, ucapan itu pun tak lebih dari sebuah kebohongan. Hadiah yang dimaksudnya hanyalah selembar kertas bertuliskan ‘BODOH’ di atasnya.
Tapi, si pengelana berlinangan air mata. “Terima kasih, terima kasih”
“ini pertama kalinya aku mendapatkan sebuah hadiah! Senangnyaa… senang sekali! Terima kasih! Terima kasih!”

Dari dalam mata yang sudah ngga punya bola mata, airmatanya terus berlinang. Lalu dalam keadaan seperti itu, si pengelana menghembuskan nafasnya yang terakhir.

  • Cobalah pejamkan mata dan merenungkan tentang si pengelana itu. Coba merenungkan si pengelana yang menangis sambil berterima kasih, walaupun dirinya telah ditipu hingga hanya kepalanya yang tertinggal. Untung ruginya atau susah senang… percuma saja kalau hanya itu yang dipikirkan. Karena si pengelana ngga pernah memikirkannya.
    Hanya saja… kalaupun bagi orang lain itu adalah sesuatu tindakan yang bodoh, jangan terburu berpikir demikian. Bila orang lain menganggapnya sebagai tipuan, berpikirlah sebaliknya. Ingin memberikan kegembiraan bagi seseorang… hanya itu.


(Shihan)

0 comments:

Posting Komentar

 
Free Website templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates